Mengenal Conventional Fire Alarm System
Sistem fire alarm conventional adalah tipe alarm kebakaran yang paling banyak dipakai untuk bangunan kecil–menengah karena kesederhanaannya, biaya yang relatif lebih rendah, dan kemudahan dalam pengoperasian.
Meski teknologinya lebih klasik dibanding sistem addressable, sistem konvensional masih menjadi pilihan utama untuk banyak properti—terutama di mana identifikasi per titik perangkat tidak terlalu kritikal.
1. Apa Itu Fire Alarm Conventional?
Fire alarm conventional adalah sistem alarm kebakaran yang mendeteksi kebakaran berdasarkan pembagian area menjadi Zona. Panel tidak mengenali satu per satu perangkat (seperti detektor A atau B), melainkan hanya mengetahui zona mana yang sedang mengalami insiden.
- "Zone 2 Alarm" (Ada kebakaran di area Zona 2)
- "Zone 5 Trouble" (Ada kabel putus di Zona 5)
- "Zone 1 Normal" (Area aman)
Visualisasi Konsep Zona
*Panel hanya tahu alarm berasal dari "Zona 1", tim keamanan harus mengecek fisik ke lokasi.
2. Cara Kerja Sistem (Gambaran Praktis)
Skema jalur zona (daisy-chain) dengan End of Line Resistor (EOL).
Prinsip kerjanya sederhana namun efektif:
- Koneksi Zona: Setiap detektor dan manual call point pada suatu area disambungkan ke satu jalur kabel zona.
- Monitoring Panel: Panel memonitor kondisi listrik di jalur tersebut. Jika arus stabil (tertahan resistor EOL), status Normal.
- Deteksi Kebakaran: Saat detektor aktif atau tombol ditekan, terjadi peningkatan arus drastis (short circuit terkontrol) yang dibaca panel sebagai ALARM.
- Aktivasi Output: Panel menyalakan bell/sirene (NAC) untuk evakuasi.
3. Komponen Utama
Sistem konvensional terdiri dari komponen standar industri yang mudah didapatkan:
Komponen utama: FACP, Smoke Detector, Heat Detector, MCP, dan Bell.
- Master Control Fire Alarm (MCFA): Panel pusat yang memonitor semua zona.
- Conventional Detector: Detektor asap atau panas standar (non-addressable).
- Manual Call Point (MCP): Tombol break-glass atau push-button untuk alarm manual.
- Notification Appliance (NAC): Alarm Bell, Electronic Sounder, atau Strobe Light.
4. Keunggulan Sistem Konvensional
Biaya Paling Ekonomis
Harga perangkat panel dan detektor jauh lebih rendah dibandingkan sistem addressable.
Mudah Dioperasikan
Konsep zona sangat sederhana, memudahkan pelatihan bagi staf keamanan atau teknisi gedung.
Instalasi Simpel
Tidak membutuhkan pemrograman software (coding) atau addressing alat satu per satu.
Kompatibilitas Luas
Dapat menggunakan berbagai merek detektor asalkan spesifikasi voltasenya standar (24VDC).
Perhatikan Keterbatasan:
Sistem ini kurang cocok untuk gedung tinggi atau kompleks karena:
- Informasi lokasi kebakaran hanya sebatas zona (kurang spesifik).
- Membutuhkan banyak kabel jika jumlah zona sangat banyak.
- Tidak bisa mendeteksi detektor mana yang kotor secara spesifik.